Posted in SHIPPING

Dokumen Ekspor

Dalam melakukan ekspor impor , kita pasti sangat membutuhkan dokumen-dokumen pendukung supaya barang yang kita ekspor dapat keluar dari negara kita , dan bisa di rilis atau di bongkar di tempat tujuan. Sebenarnya proses ekspor bisa di bilang susah susah gampang , tapi sepertinya banyak susah nya . dan kali ini saya akan membahas tentang dokumen ekspor yang melalui laut (by sea).

Dalam proses ekspor , ada beberapa dokumen yang harus di siapkan dan harus di buat dengan sebenar-benarnya alias tidak boleh ada kesalahan sedikitpun .

Dokumen pertama yang wajib ada adalah Bill of Lading atau sea waybill atau banyak kok sebutannya . document ini seperti empunya dokumen-dokumen lain  karena kalau Bill of Lading tidak ada maka barang kita yang sudah sampai Negara tujuan tidak bisa di bongkar dari CY . Itu artinya importer tidak bisa mengambil barang mereka dan jika lebih dari waktu yang telah ditentukan oleh shipping line nya tetap tidak bisa bongkar barang dari CY maka importer harus membayar denda atau biaya yang cukup mahal , biaya ini biasa di sebut dengan Demurrage Charge .

ini merupakan contoh gambar “Bill of Lading”

Kedua adalah Certificate of Origin atau surat keterangan asal . Dokumen ini biasanya di keluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan  yang berisi tentang penjelasan barang , HS CODE , GROSS WEIGHT , NETT WEIGHT (Hampir sama dengan Bill of Lading) .

gambar contoh”COO” atau “SKA” FORM A

Selanjutnya dokumen Fumigation Certificate yang menjelaskan tentang berapa dosis dan waktu fumigasi yang di lakukan terhadap barang ekspor . dokumen ini hanya digunakan oleh barang ekspor yang berbahan kayu , rotan dan barang-barang lain yang membutuhkan fumigasi supaya tidak membusuk , atau berjamur saat sampai Negara tujuan . saya pernah dapat pengalaman barang yang di ekspor di reimport lagi ke Indonesia gara-gara di Negara tujuan terdeteksi terdapat makhluk hidup yang tidak dikenal  padahal itu hanya bubuk kayu dengan jumlah yang sangat amat sedikit . fiuh …bisa di bayangkan bukan mahal nya biaya yang harus ditanggung , susah nya prosedur yang harus dilalui supaya barang-barang itu sampai lagi ke tangan perusahaan asal .

Sebenarnya ada beberapa dokumen lagi , seperti NPE , PEB , PHYTOSANITARY CERTIFICATE, LAPORAN SURVEYOR, dan ada bebrapa dokumen lainnya yang mungkin saya belum tahu , tapi mungkin akan saya paparkan di next tulisan saya ya , terimakasih sudah membaca tulisan saya kali ini , jika ada kesalahan mohon maaf dan koreksi nya ya .

Author:

let it flow but a little plan i have

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s